Berita Kegiatan, Program Sosial Kemanusiaan

Baitulmal Tazkia Hadir di Garda Terdepan, Menjaga Asa Penyintas Banjir Bandang dan Longsor Aceh Tamiang

Aceh Tamiang & Kota Langsa — Desember 2025.
Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Tamiang serta sebagian Kota Langsa telah meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat. Sejumlah desa di Kecamatan Kejuruan Muda dan Manyak Payed, hingga kawasan padat penduduk di Langsa Kota dan Langsa Barat, terdampak parah akibat luapan air dan material longsoran yang merusak permukiman warga.

Di tengah kondisi darurat tersebut, Baitulmal Tazkia melalui program kemanusiaan #SigapBencana bergerak cepat menyalurkan bantuan pangan ke berbagai titik terdampak. Relawan diterjunkan langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan sampai kepada keluarga penyintas yang masih bertahan di rumah rusak maupun titik pengungsian.

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap di sejumlah wilayah, di antaranya Desa Pangkalan dan kawasan Tanjung Mancang (Kecamatan Kejuruan Muda), Kampung Rantau (Desa Alur Cucur), serta wilayah Kampung Raja Tuha, Kecamatan Manyak Payed. Selain itu, bantuan juga disalurkan ke wilayah Kampung Blang Pase (Gampong Jawa, Kecamatan Langsa Kota) dan Lorong Cut Inong, Kecamatan Langsa Barat, yang turut terdampak banjir.

Dalam setiap penyaluran, relawan #SigapBencana harus menghadapi medan yang tidak mudah—jalan berlumpur, akses terputus, serta cuaca yang masih belum sepenuhnya bersahabat. Namun, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan langkah mereka untuk tetap hadir dan menguatkan masyarakat terdampak.

Bagi para penyintas, bantuan pangan yang diterima menjadi penopang kehidupan di tengah keterbatasan. Lebih dari sekadar kebutuhan pokok, kehadiran Baitulmal Tazkia membawa pesan kuat bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi ujian ini.

Melalui rangkaian aksi kemanusiaan ini, Baitulmal Tazkia menegaskan komitmennya untuk terus hadir di wilayah terdampak bencana, khususnya di Aceh Tamiang dan Kota Langsa, hingga proses pemulihan masyarakat benar-benar berjalan.

Perjuangan masih panjang, dan kebutuhan bantuan masih terus ada. Saatnya kita bergandeng tangan, menyalurkan kepedulian, dan menjaga harapan saudara-saudara kita di Aceh.

Bersama #SigapBencana, kita kuatkan Aceh Tamiang.
Karena setiap kebaikan, sekecil apa pun, berarti besar bagi mereka yang tengah berjuang bangkit

Leave A Comment

Your Comment
All comments are held for moderation.