Bagaimana Hukum Zakat Profesi? Wajib Atau Tidak?

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Ustadz, saya ingin bertanya tentang pendapatan profesional seperti karyawan, dokter, tenaga pengajar. Apakah wajib zakat atau tidak bila menurut syariah? Dan bagaimana landasan syariahnya? Terima kasih atas penjelasannya.

Abdullah (Jakarta)

Wa’alaikumssalam Wr.Wb.

Profesi adalah pekerjaan di bidang jasa atau pelayanan selain bertani, bertambang dan berternak dengan imbalan berupa upah atau gaji dalam bentuk mata uang, baik bersifat tetap atau tidak. Baik pekerjaan yang dilakukan langsung ataupun bagian lembaga, baik pekerjaan yang mengandalkan keterampilan ataupun tenaga. Contohnya adalah pejabat, pegawai negeri atau swasta, dokter, konsultan, advokat, dosen, makelar, olahragawan, artis, seniman dan sejenisnya.

                Dalam istilah fikih, pendapatan/penghasilan professional tersebut mirip dengan mal mustafad yang dijelaskan dalam kitab-kitab fikih zakat. Zakat profesi ini bukan bahasan baru, karena para ulama fikih telah menjelaskannya dalam kitab-kitab klasik, di antaranya kitab al-Muhalla (Ibnu Hazm), al-Mughni (Ibnu Quddamah), Nail al-Authar (Asy-Syaukani), Subul As-Salam (Ash-Shan’ani).

                Menurut mereka, setiap upah/gaji yang didapatkan dari pekerjaan itu wajib zakat (Wajib ditunaikan zakatnya). Di antara para ulama yang mewajibkan zakat profesi adalah Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, Mu’awiah, ash-Shadiq, al-Baqir, an-Nashir, Daud, Umar bin Abdul Aziz, al-Hasan, Az-Zuhri, dan al-Auza’i.

Sesungguhnya tidak adasatupun ulama atau lembaga ataupun otoritas fatwa yang tidak mewajibkan zakat profesi. Semuanya mewajibkan zakat profesi, perbedaannya sebagian mewajibkan adanya haul (melewati satu tahun), dan sebagian yang lain tidak mewajibkan haul. Kesimpulan zakat penghasilan atau zakat profesi itu wajib merupakan pandangan Majelis Ulama Indonesia.

Zakat profesi itu wajib ditunaikan berdasarkan ayat, maqashid, dan maslahat. Di antara ayat yang mewajibkan zakat bersifat umum, seperti firman Allah SWT:

خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Artinya: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. At-Taubah:103)

Hal ini sesuai dengan maqashid (tujuan) diberlakukannya zakat yaitu semangat berbagi, memenuhi hajat dhuafa dan kebutuhan dakwah. Pendapatan kaum professional itu besar, harus terdistribusi kepada kaum dhuafa sehingga ikut memenuhi hajat mereka.

Dari sisi keadilan, zakat tidak mungkin diwajibkan kepada petani yang mendapatkan penghasilan dengan nisabnya sekitar Rp. 6,5 juta. Sedangkan seorang professional (yang mendapatkan satu kali penghasilan yang setara dengan penghasilan petani dalam 10 tahun) itu tidak diwajibkan. Oleh karena itu, kewajiban zakat profesi telah sesuai dengan Maqasid kewajiban zakat dan aspek keadilan.

Kewajiban zakat profesi ini juga disebutkan dalam beberapa riwayat, di antara Ibnu Mas’ud, Mu’awiyah dan Umar bin Abdul Aziz. Abdu ‘Ubaid meriwayatkan dari ibnu Abbas tentang seorang laki-laki yang memperoleh penghasilan: “ia mengeluarkan zakatnya pada hari ia memperolehnya”.

Bahkan jika menelaah penjelasan para sahabat, tabi’in, dan ulama setelahnya, begitu pula pandangan ulama kontemporer, lembaga fatwa di Indonesia dan lembaga zakat di Tanah Air, bisa disimpulkan bahwa sesungguhnya tidak ada satupun ulama atau lembaga ataupun otoritas fatwa yang tidak mewajibkan zakat profesi.

Tetapi, semuanya mewajibkan zakat profesi, perbedaannya sebagaian mewajibkan adanya haul (melewati satu tahun), dan sebagian yang lain tidak mewajibkan haul. Kesimpulan zakat penghasilan atau zakat profesi itu wajib merupakan pandangan Majelis Ulama Indonesia. Wallahu a’lam.

Sumber : BUKU FIKIH MUAMALAH KONTEMPORER Membahas Ekonomi Kekinian, Karya Ust. Dr. Oni Sahroni, MA

Layanan Zakat Profesi Baitulmal Tazkia:

Klik disini dapat transfer antar bank dan payment lainnya. Atau melalui rekening kami :

7090-112222 Bank Syariah Mandiri

atas nama Yayasan Tazkia

Open chat
Assalamu'alaikum Sahabat Baitulmal Tazkia
Ada yang bisa kami bantu?

Chat kami di sini